Letak Geografis
Desa Tista termasuk wilayah Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem yang memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia maupun kelembagaan yang ditujang oleh sarana dan Prasarana yang ada, cukup mendukung dalam rangka melaksanakan program pembangunan. Desa Tista merupakan Daerah Dataran dan berbukit, terletak ± 03 Km dari Ibu Kota Kecamatan dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dengan kendaraan umum, ± 120 menit dengan kendaraan umum, 80 Km dari Ibu Kota Propinsi, berada pada ketinggian 201 di atas permukaan laut.
I k l i m
Desa Tista memiliki iklim sub-tropis sedang dengan musim hujan yang berlangsung dari bulan Oktober hingga April dan musim kemarau dari bulan April hingga Oktober. Kondisi udara di desa ini sangat segar dan bersih karena rendahnya tingkat pencemaran udara. Curah hujan rata-rata tahunan berkisar antara 2.000 hingga 3.000 mm, dengan suhu udara rata-rata antara 21°C hingga 31°C. Dari segi orbitasi, Desa Tista memiliki jarak dan waktu tempuh sebagai berikut:
Jarak ke ibu kota kecamatan: 3 km dengan waktu tempuh sekitar 10 menit
Jarak ke ibu kota kabupaten: 14 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit
Jarak ke ibu kota provinsi: 80 km dengan waktu tempuh sekitar 120 menit
Topografi Desa Tista didominasi oleh daratan rendah yang berada pada ketinggian sekitar 210 meter di atas permukaan laut, dengan lahan yang terdiri dari tanah sawah dan tanah tegalan.
Tata Guna Tanah
Berdasarkan data tata guna tanah di Desa Tista, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, terlihat bahwa sebagian besar lahan di desa ini digunakan untuk kegiatan pertanian, khususnya perkebunan dan persawahan. Perkebunan mendominasi dengan luas mencapai 562,340 hektar, yang menunjukkan bahwa sektor ini merupakan tulang punggung perekonomian desa. Selain itu, persawahan juga memiliki peranan penting dengan luas 90,080 hektar, menandakan adanya aktivitas pertanian padi yang cukup signifikan di wilayah ini.
Lahan untuk pemukiman di Desa Tista mencakup 31,300 hektar, yang menggambarkan area hunian warga desa. Luas ini relatif kecil jika dibandingkan dengan lahan pertanian, sehingga mencerminkan karakter desa yang masih sangat agraris dan berfokus pada produksi hasil bumi. Selain itu, terdapat penggunaan lahan untuk fasilitas umum dan infrastruktur seperti perkantoran, sekolah, tempat umum, kuburan, jalan, dan pasar, meskipun luasnya sangat terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas pendukung di desa ini masih dalam skala kecil dan mungkin masih dalam tahap pengembangan.
Kategori lain yang mencakup berbagai penggunaan lahan yang tidak spesifik mencapai 2,544 hektar, yang bisa jadi digunakan untuk keperluan lain seperti lahan kosong, hutan kecil, atau area yang belum dimanfaatkan secara optimal. Secara keseluruhan, tata guna tanah di Desa Tista sangat dipengaruhi oleh aktivitas pertanian dan perkebunan, dengan pemukiman dan fasilitas umum yang masih terbatas. Data ini penting sebagai dasar perencanaan tata ruang desa agar dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Luas Tanah yang termasuk dalam wilayah Desa Tista 690,949 Ha, dapat dilihat pada Tabel 2.1 sebagai berikut.
Tabel 2.1 Tata Guna Tanah yang ada di Tista.
No | Jenis Kegunaan Lahan | Ha |
1 | Tanah Pemukiman | 31,300 Ha |
2 | Persawahan | 90,080 Ha |
3 | Perkebunan | 562,340 Ha |
4 | Perkantoran / Sekolah | 0, 220 Ha |
5 | Tempat umum | 0,50 Ha |
6 | Kuburan | 3,220 Ha |
7 | Jalan | 0,350 Ha |
8 | Pasar | 0,845 Ha |
9 | Lainnya | 2,544 Ha |
Perwilayahan
Dengan luas wilayah tersebut, Desa Tista terbagi menjadi 6 banjar Dinas yaitu :
- Banjar Dinas Tista Gede
- Banjar Dinas Tista Pasek
- Banjar Dinas Tista Tengah
- Banjar Dinas Magetelu
- Banjar Dinas Batumadeg
- Banjar Dinas Ancut
JARAK GEOGRAFIS
NO | INDIKATOR | SUB INDIKATOR |
1 | 2 | 3 |
1 | Ke gunung | 1,5 Km |
2 | Ke laut | 11 Km |
3 | Ke sungai | 1,5 Km |
4 | Ke pinggir hutan | – Km |
5 | Ke pasar | 10 M |
6 | Ke pelabuhan | 45 Km |
7 | Ke bandara | 95 Km |
8 | Ke terminal | 14 Km |
9 | Ke tempat hiburan | – Km |
10 | Ke tempat wisata | 7 Km |
11 | Ke kantor polisi/militer | 1 Km |
12 | Ke perbatasan kabupaten | 50 Km |
13 | Ke perbatasan Propinsi | – Km |
14 | Ke perbatasan Negara | – Km |
15 | Ke stasiun | – Km |
LETAK GEOGRAFIS
NO | INDIKATOR | SUB INDIKATOR |
1 | 2 | 3 |
1 | Kawasan Hutan | Ada / tidak |
2 | Kawasan Tambang | Ada / tidak |
3 | Kawasan Pantai | Ada / tidak |
4 | Kawasan Perbukitan / pegunungan | Ada / tidak |
5 | Kawasan Persawahan | Ada / tidak |
6 | Kawasan Perkebunan | Ada / tidak |
7 | Kawasan Peternakan | Ada / tidak |
8 | Kawasan Industri kecil /rumah tangga | Ada / tidak |
9 | Kawasan Saluran listrik tegangan tinggi (SUTET) | Ada / tidak |
10 | Kawasan Rawan banjir | Ada / tidak |
11 | Kawasan Industri/Pabrik | Ada / tidak |
12 | Kawasan Perkantoran | Ada / tidak |
13 | Kawasan Rawa | Ada / tidak |
14 | Kawasan Perdagangan | Ada / tidak |
15 | Kawasan Kumuh | Ada / tidak |
16 | Kawasan Jasa Hiburan | Ada / tidak |
17 | Kawasan Wisata | Ada / tidak |
18 | Kawasan Bantaran Sungai | Ada / tidak |
19 | Kawasan longsor | Ada / tidak |
20 | Kawasan……………… | Ada / tidak |
21 | Kawasan……………… | Ada / tidak |
Sumber Daya Buatan
Seperti halnya wilayah lainnya, Desa Tista yang beriklim tropis, yang mengenal adanya musim kemarau dan musim hujan sangat cocok bagi pertanian, perkebunan dan peternakan. Hasil panen pertanian dan perkebunan selain untuk dikonsumsi dan menambah penghasilan keluarga, juga dapatmenunjang bagi kelangsungan dan keberhasilan peternakan.
Dari sektor pertanian terutama pertanian lahan basah masih merupakan tumpuan masyarakat Desa Tista. Pola tanam yang diterapkan pada lahan pertanian lahan basah adalah padi. Pertanian lahan kering/tegal yang masuk pada sub sektor perkebunan dan hortikultura berada di tegalan dan pekarangan rumah umumnya menghasilkan pisang, kelapa dan buah-buahan lainnya.
Luas pertanian / persawahan di Desa Tista seluas 90,080. Namun seiring dengan berjalannya waktu, fungsi kecendrungan lahan pertanian dan perkebunan ini luasnya semakin menyusut seiring dengan semakin banyaknya pembangunan fisik terutama pembangunan rumah tempat tinggal dan tempat usaha.
Sub sektor perikanan di Desa Tista belum diminati oleh masyarakat, hal ini disebabkan karena ditinjau dari segi pengetahuan masyarakat masih sangat kurang baik dalam bidang Pembibitan, pemeliharaan, pemasaran serta mengelola tambak belum memadai. Sektor peternakan di Desa Tista mendapat simpati dengan baik dari masyarakat hal ini terbukti dengan adanyan beberapa kelompok tani ternak diwilayah Desa Tista serta dengan adanya pembinaan secara terus menerus dan Instansi terkait didalam bidang pengelolaan cara optimal, yaitu mulai dari pemeliharaan ternak dengan cara kandang koloni, pengelolaan limbah yang nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat, karena masyarakat Desa Tista sebagian besar masyarakat mata pencahariannya bertani dan buruh.
Dibidang seni budaya Desa Tista memiliki seni Gong/Angklung/Pesantian disamping memiliki nilai seni juga mengandung makna Spiritual yang tinggi sebagi pelengkap pelaksanaan upacara Agama Hindu di Bali pada umumnya dan Desa Tista pada khususnya, dengan digelarnya alunan nada gong pada setiap Upacara diharapkan timbul suasana kedewataan sehingga pelaksanaan Upacara Agama tersebut dapat lebih Hikmat.
Di Desa Tista telah ada dan berkembang 2 ( dua ) Sekeha Gong, 3 ( tiga ) Sekeha Angklung dan 6 ( enam ) sekeha Pesantian yaitu :
- Sekeha Gong Kencana Wakya
- Sekeha Gong Desa Adat Tista
- Sekeha Angklung Magetelu
- Sekeha Angklung Batumadeg
- Sekeha Angklung Ancut
- Sekeha Angklung Pura Maksan Tarusana
- Sekeha Santhi Br. Dinas Tista Pasek
- Sekeha Santi Br. Dinas Magetelu
- Sekeha Santhi Br. Dinas Tista Gede
- Sekaha santhi Br. Dinas Batumadeg
- Sekeha Santhi Br. Dinas Tista Tengah
- Sekeha santhi Br. Dinas ancut
Peranan LPD dan Bumdes sangat besar guna mendorong laju perekonomian dan Pembangunan Desa terutama di Desa Tista.. Sebagai penunjang sendi-sensi perekonomian, dan berfungsi memperkuat pondamen ekonomi masyarakat, di Desa Tista telah terbentuk lembaga perkereditan Desa LPD yaitu:
- LPD Desa Adat Tista
- BUMDES ( Badan Usaha Milik Desa )
Sumber Daya Manusia
Penduduk atau warga masyarakat Desa merupakan salah satu sumber daya atau modal untuk menggerakan pembangunan di Desa Tista. Namun kwantitas dan kualitas dari sumber daya manusia ini tidak dikelola dan diarahkan secara sungguh-sungguh akan dapat menjadi beban sekaligus penghambat pembangunan. Pengendalian kwantitas sumber daya manusia di Desa Tista telah dilaksanakan secara mandiri maupun melalui pembinaan untuk menciptakan kondisi masyarakat yang mandiri dan sejahtera.
Untuk mengetahui perkembangan penduduk di Desa Tista, telah dilaksanakan pendataan penduduk secara rutin tiap bulan dimana selama dua tahun berturut-turut, akhir tahun 2024 dan akhir tahun 2025, diperoleh data Jumlah penduduk dengan rincian sebagai berikut:
URAIAN | TAHUN 2024 |
1 | 2 |
Penduduk Laki-laki | 2.879 jiwa |
Penduduk Perempuan | 2.535 jiwa |
Jumlah seluruhnya | 5.414 jiwa |
Jumlah Kepala Keluarga | 1.640 KK |
URAIAN | TAHUN 2025 |
1 | 2 |
Penduduk Laki-laki | 2.875 jiwa |
Penduduk Perempuan | 2.535 jiwa |
Jumlah seluruhnya | 5.407 jiwa |
Jumlah Kepala Keluarga | 1.640 KK |
Secara terinci data penduduk Desa Tista pada tahun 2025 adalah sebagai berikut:
JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN UMUR
NO | INDIKATOR | JUMLAH |
TH 2025 | ||
1 | 2 | 4 |
1 | Usia 3 tahun | 101 Orang |
2 | Usia >3-6 tahun | 218 Orang |
3 | Usia >=> 7-12 tahun | 560 Orang |
4 | Usia >= 13-15 tahun | 344 Orang |
5 | Usia >= 16-18 tahun | 336 Orang |
6 | Usia >=19-59 tahun | 3076 Orang |
7 | Usia >59 tahun keatas | 772 Orang |
JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN GENDER
NO | INDIKATOR | JUMLAH | |
TH 2024 | TH 2025 | ||
1 | 2 | 3 | 4 |
1 | Jumlah Penduduk | 5.414 Orang | 5.407 Orang |
2 | Jumlah laki-laki | 2.879 Orang | 2.875 Orang |
3 | Jumlah Perempuan | 2.535 Orang | 2.532 Orang |
4 | Jumlah Kepala Keluarga | 1.640 Orang | 1.640 Orang |